STKIP Andi Matappa Perkuat Jiwa Kewirausahaan Mahasiswa melalui Pembelajaran Berbasis Proyek dan Keterlibatan Alumni
STKIP Andi Matappa (STKIP-AM) terus memperkuat implementasi pendidikan berbasis praktik melalui pengembangan mata kuliah kewirausahaan yang dirancang dengan pendekatan project-based learning. Model pembelajaran ini tidak hanya menekankan penguasaan teori, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk menghasilkan karya inovatif yang memiliki nilai guna dan potensi ekonomi.
Sebagai bentuk implementasi nyata, proses pembelajaran kewirausahaan diarahkan pada penciptaan produk, ide bisnis, serta inovasi mahasiswa yang kemudian dipresentasikan dalam kegiatan pameran (expo) karya inovatif. Kegiatan ini menjadi wadah aktualisasi mahasiswa dalam menampilkan hasil kreativitas sekaligus menguji kemampuan mereka dalam merancang, mengembangkan, dan memasarkan sebuah produk atau gagasan usaha.
Dalam rangka memperkuat ekosistem pembelajaran tersebut, STKIP Andi Matappa juga melibatkan alumni sebagai mitra strategis. Para alumni tidak hanya berperan sebagai narasumber inspiratif, tetapi juga menjadi mitra lokasi magang yang memberikan pengalaman langsung terkait dunia kerja dan dunia usaha. Pendekatan ini memperkuat keterhubungan antara kampus dan lulusan, sekaligus menciptakan jejaring kolaboratif yang berkelanjutan.
Selain itu, pada setiap pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), STKIP-AM secara konsisten menghadirkan alumni yang telah berhasil di bidang profesional maupun kewirausahaan untuk mengisi sesi sharing session. Kegiatan ini menjadi ruang inspirasi bagi mahasiswa baru untuk memahami realitas dunia kerja serta membangun motivasi sejak awal masa studi.
Pada pelaksanaan kegiatan tersebut, turut dihadirkan sejumlah tokoh yang memiliki pengalaman nyata dalam dunia pendidikan dan kewirausahaan. Salah satunya adalah Muh. Sapril, S.Pd., M.Pd., yang menjabat sebagai Kepala SMP Negeri 3 Bungoro sekaligus pengusaha furnitur. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya keberanian untuk memulai usaha, kemampuan membaca peluang, serta konsistensi dalam mengembangkan usaha di tengah tanggung jawab profesi utama.
“Mahasiswa harus berani memulai dari hal kecil. Dunia usaha tidak hanya membutuhkan modal besar, tetapi juga kreativitas, ketekunan, dan kemauan untuk terus belajar dari pengalaman,” ungkap Muh. Sapril dalam sesi sharing tersebut.
Narasumber lainnya, Aco Parenrengi selaku Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkep, juga turut memberikan pandangan mengenai dinamika dunia kerja di sektor pendidikan. Ia menekankan pentingnya adaptasi terhadap perubahan kebijakan serta kemampuan inovasi dalam memberikan pelayanan pendidikan yang berkualitas.
“Kegiatan seperti ini menjadi jembatan penting antara dunia akademik dan realitas lapangan. Mahasiswa perlu memahami bahwa dunia kerja menuntut fleksibilitas, inovasi, dan etos kerja yang kuat,” ujarnya.
Melalui integrasi pembelajaran berbasis proyek, pelaksanaan expo kewirausahaan, serta keterlibatan alumni sebagai mitra dan narasumber, STKIP Andi Matappa berupaya membangun ekosistem pendidikan yang kolaboratif, aplikatif, dan berorientasi pada kebutuhan dunia nyata.
Langkah ini diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan, daya saing tinggi, serta kesiapan dalam menghadapi tantangan dunia kerja dan dunia usaha yang terus berkembang.

