STKIP Andi Matappa Perkuat Kurikulum OBE Melalui Kolaborasi Internal dan Eksternal yang Komprehensif
STKIP Andi Matappa (STKIP-AM) terus memperkuat kualitas akademik melalui pengembangan kurikulum berbasis Outcomes-Based Education (OBE) yang menempatkan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) sebagai rujukan utama dalam setiap proses perancangan, pelaksanaan, dan evaluasi kurikulum.
Pendekatan ini dirancang untuk memastikan bahwa setiap lulusan tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), serta dinamika sosial di tingkat nasional maupun global.
Dalam proses penyusunannya, STKIP-AM menerapkan mekanisme pengembangan kurikulum yang melibatkan unsur internal dan eksternal secara terstruktur dan berkelanjutan. Dari sisi internal, pengembangan kurikulum didasarkan pada hasil konsorsium keilmuan dan organisasi profesi sesuai dengan karakteristik masing-masing program studi. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) mengacu pada Himpunan Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar Indonesia (HDPGSDI), Program Studi Bimbingan dan Konseling mengacu pada Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN), sedangkan Program Studi Pendidikan Matematika mengacu pada IndoMS (Indonesian Mathematical Society) dan IMES.
Secara eksternal, penyusunan kurikulum diperkuat melalui berbagai forum akademik, seperti Focus Group Discussion (FGD), lokakarya, serta analisis tracer study yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Keterlibatan unsur akademik internal mencakup 7 dosen Pendidikan Matematika, 14 dosen PGSD, 9 dosen Bimbingan dan Konseling, serta unit LPPM dan LPM STKIP-AM.
Selain itu, STKIP-AM juga melibatkan praktisi dari perguruan tinggi lain, di antaranya Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Muhammadiyah Makassar serta dosen Bimbingan dan Konseling dari STKIP Muhammadiyah Barru. Dari unsur instansi pemerintah, masukan strategis diberikan oleh Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, Kepala Bidang GTK, serta Pengawas Pendidikan, khususnya terkait kebutuhan kompetensi lulusan di sektor pendidikan.
Keterlibatan juga diperluas ke sekolah mitra yang terdiri atas 11 Sekolah Dasar Negeri dan 15 Sekolah Menengah Atas Negeri di Kabupaten Pangkep, serta Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kabupaten Pangkep. Tidak hanya itu, perwakilan dari Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIK) turut dilibatkan untuk memastikan bahwa kurikulum yang dikembangkan selaras dengan kebutuhan sektor profesional, baik di bidang pendidikan maupun di luar pendidikan formal.
Hasil pengembangan kurikulum berbasis OBE ini menunjukkan dampak yang positif. Berdasarkan data tracer study, STKIP Andi Matappa telah menghasilkan lulusan yang terserap di berbagai bidang, khususnya sebagai Guru Sekolah Dasar, Guru Bimbingan dan Konseling, serta tenaga pendidik di berbagai instansi pendidikan lainnya. Di samping itu, sejumlah lulusan juga telah berkarier di berbagai perusahaan terkemuka di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa kompetensi lulusan STKIP-AM mampu bersaing di dunia kerja yang semakin dinamis dan luas.
Melalui implementasi kurikulum berbasis OBE ini, STKIP Andi Matappa menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan tinggi yang adaptif, kolaboratif, dan responsif terhadap kebutuhan zaman, sekaligus menghasilkan lulusan yang unggul, profesional, dan berdaya saing tinggi.

